Karna Ambil Foto Tempat Bongkar BBM Dilokasi Logpon PT SBK, Wartawan Diintimidasi dan Dipaksa Tanda Tangan Surat Pernyataan



JEJAK KASUS || Melawi Kalbar— Seorang wartawan bernama **Aliminho** mengaku mengalami intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik di lokasi **Logpond PT SBK**. Peristiwa tersebut terjadi ketika Aliminho mengambil foto aktivitas yang diduga berkaitan dengan pembongkaran BBM di lokasi tersebut.

 Menurut keterangan yang diperoleh, aktivitas pembongkaran BBM tersebut diketahui berkaitan dengan **Santos**, yang disebut sebagai bos BBM. Saat wartawan melakukan pengambilan dokumentasi, Aliminho kemudian didatangi dan mendapat tekanan agar tidak lagi mengambil gambar di lokasi tersebut.

Dalam kejadian itu, Aliminho mengaku bahkan diminta dan dipaksa untuk menandatangani **surat pernyataan bermatrai agar tidak mengulangi pengambilan foto atau dokumentasi di lokasi tersebut",ucap
Alimin
Kepada wartawan
Sabtu,27/09/26.

Tindakan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Wartawan pada dasarnya membutuhkan ruang yang aman untuk melakukan peliputan, termasuk mengumpulkan informasi dan dokumentasi sebagai bagian dari proses jurnalistik.

Aliminho berharap kejadian tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait dan dapat diselesaikan hukum, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga rilis ini dibuat, pihak **Santos** maupun pengelola **Logpond PT SBK** belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi dan permintaan penandatanganan surat pernyataan tersebut.

 **Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Santos maupun PT SBK untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.**(red)